Welcome To Hikari Senpai Studio!

Folklore Jepang: Sinopsis Tokoyo, Legenda Pulau Oki.

Tokoyo, Legenda Pulau Oki

Tokoyo adalah salah satu tokoh cerita rakyat Jepang. Ia adalah anak dari seorang samurai bernama Oribe Shima. Suatu hari Shima melakukan kesalahan kepada Kaisar yang sedang jatuh sakit, dan ia pun dibuang dari kerajaan ke sebuah pulau bernama pulau Oki, jauh dari anaknya. Dia dan Tokoyo, keduanya begitu menderita karena dipisahkan. Lalu, Tokoyo pun memutuskan untuk menemukan ayahnya. Ia pun menjual barang-barangnya dan pergi ke sebuah tempat bernama Akasaki yang merupakan pesisir dekat pulau Oki. Namun walaupun ia meminta para nelayan untuk membawanya kesana, mereka semua meolak dikarenakan mengunjungi orang yang dibuang kesana itu sangat dilarang.

 

Malamnya, ia pun membawa perahu dan berlayar sendirian ke pulau itu. Setelah sampai, ia menghabiskan waktu di pantai. Esok paginya, ketika ia sedang ayahnya ia bertemu dengan seorang nelayan. Ia pun bertanya tentang keberadaan ayahnya. Namun nelayan tersebut menjawab tidak tahu apa-apa, dan memperingatkannya untuk tidak bertanya kepada siapa-siapa tentang keberadaan ayahnya. Akhirnya ia terpaksa untuk mencuri dengan pembicaraan orang-orang. Sayangnya Tokoyo tidak dapat mengumpulkan informasi berguna tentang keberadaan ayahnya.

 

Suatu hari, ia datang ke sebuah kuil Buddha. Lalu setelah ia selesai berdoa ia pun jatuh tertidur. Akan tetapi, ia terbangun oleh suara tangisan seorang gadis. Saat ia terbangun, ia melihat seorang gadis dan seorang pendeta. Pendeta itu menuntun gadis tersebut ke ujung jurang lalu segera mendorongnya jatuh dari jurang. Akan tetapi Tokoyo menghalanginya sehingga gadis tersebut terselamatkan. Lalu sang pendeta pun berkata bahwa ia akan mengorbankan gadis itu untuk menenangka Dewa Okuninushi, yang menuntun pengorbanan seorang gadis tiap tahun. Tokoyo pun menawarkan dirinya untuk menggantikan tempat gadis tersebut, karena pasrah tidak dapat menemukan ayahnya. Setelah berdoa kepada Buddha lagi, ia pun menyelam ke dalam lautan dengan pisau di gigi.

 

Di dasar laut, Tokoyo menemukan sebuah gua besar dengan patung di dalamnya. Patung itu rupanya berbentuk kaisar yang telah membuang ayahnya dari kerajaan. Lalu setelah dipikir baik-baik, ia pun mengikatkan patung tersebut ke  badannya dan mulai berenang ke arah pantai. Namun sebelum ia dapat keluar dari gua tersebut, sebuah mahluk berbentuk seperti ular menhadangnya. Mahluk itu bukanlah Dewa Okuninushi, melainkan hanya mahluk tidak bernama. Dalam ketakutan luar biasa, pertama-tama Tokoyo langsung menikam di matanya sehingga membuatnya buta. Lalu ia pun terus-terusan menyerang mahluk tersebut dan ia pun berhasil membunuhnya. Saat ia tiba di pantai, pendeta dan gadis tersebut pun membawanya ke kota. Kabar burung tentang tindakan heroiknya pun mulai menyebar. Lalu penyakit aneh milik sang kaisar tiba-tiba lenyap. Kaisar pun sadar bahwa Tokoyo telah melepaskannya dari sebuah kutukan dikarenakan apa yang telah ia lakukan terhadap patung tersebut.

 

Lalu ia memerintahkan untuk melepaskan Oribe Shima. Akhirnya ayah dan anak tersebut dapat kembali ke rumah mereka dengan bahagia. Legenda tersebut adalah asal mula nama Edo yang berubah menjadi Tokyo untuk menghormati jasa Tokoyo.

 

Hikari Senpai

One response

  1. yeah nice

    March 4, 2011 at 11:19 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s